Promo Selama Mei 2015: Order 5 Arduino UNO Stater Kit - 10% OFF!


Kendali Sederhana Motor DC dengan Arduino

Gerak pada robot dihasilkan salah satunya dari motor dc. Komponen ini mengubah energi listrik menjadi tenaga putaran. Kebanyakan motor listrik yang dipakai dalam robot skala kecil adalah motor arus searah (motor dc) yang beroperasi pada tegangan 6 - 12 volt, meskipun ada juga motor dc dengan tegangan hingga 24 volt.

Catudaya Motor DC

Sebuah motor dc memiliki dua kabel untuk menghubungkannya ke catudaya listrik. Kedua kabel itu umumnya berwarna merah dan hitam. Kabel merah untuk kutub positif, sedangkan kabel hitam untuk kutub negatif.

Arah Putar Motor DC

Clock Wise (CW)

Dalam keadaan normal sebuah motor DC akan berputar searah jarum jam (Clock Wise atau CW). Keadaan normal yang saya maksud adalah kabel positif motor terhubung ke kutub positif catudaya, sedangkan kabel negatif motor terhubungk ke kutub negatif catudaya.

Counter Clock Wise (CCW)

Arah putaran motor dc dapat dibalik dengan cara menukar hubungan kedua kabelnya pada catudaya. Artinya, kabel positif motor dihubungkan ke kutub negatif catudaya, sebaliknya kabel negatif motor dihubungkan ke kutub posifif catudaya. Putaran yang terbalik ini dikenal dengan istilah Counter Clock Wise (CCW).

Prinsip Menghubungkan Motor DC ke Board Arduino

Motor DC dapat dikendalikan dengan microcontroller, misalnya dengan Board Arduino UNO. Prinsip menguhubungkan motor dc ke Board Arduino UNO adalah sebagai berikut:
  • Kabel positif motor dihubungkan ke salah satu pin digital
  • kabel neagatif motor dihubungkan ke pin GND
Hubungan diatas menghasilkan arah putaran maju (forward), namun jika hubungan dibalik maka akan menghasilkan arah putaran mundur (reverse).

Pemrograman Sederhana untuk Kendali Motor DC


Kendali diatas akan menjadikan motor mula-mula berhenti, bergerak maju, belok kanan dan akhirnya belok kiri. Kode diatas juga dapat ditulis dalam fungsi-fungsi tersendiri seperti berikut:


Dari kode diatas tampak bahwa kita definisikan empat buah fungsi tersendiri, dan kemudian memanggil masing-masing fungsi itu dari fungsi loop().

Saran

Pin digital pada Board Arduino menghasilkan sinyal digital dengan besar tegangan sekitar 5 volt. Hal ini kurang memadai jika operasi motor dc yang butuh 6 volt. Saya sarankan untuk melengkapi motor dengan sebuah rangkaian pendorong (driver), baik berupa transistor maupun modul khusus untuk driver motor.

Selain itu kendali sederhana seperti ini tidak bisa dipakai untuk gerak mundur, kecuali anda menukar hubungan kabel-kabel motornya.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di cepurobotics

4 komentar:

  1. sederhana jadi mudah dimengerti. Trims :)

    BalasHapus
  2. Bagus uraiannya sederhana dan mudah untuk dipraktekkan.

    BalasHapus
  3. Mas, saya mau tanya, jika motor tersebut terhubung ke suatu mainboard, dan ketika putaran motor dibalik,apa tidak mengganggu mainboardnya?
    Bagaimana cara supaya ketika berputar balik, arus ke mainboard automatis terputus?
    Saya masih agak awam.
    Terima kasih sebelumnya.

    BalasHapus
  4. menjual berbagai motor dc
    copy link:
    http://motordcjogja.blogspot.co.id/2017/01/motor-dc.html

    BalasHapus